Selasa, 27 Januari 2009

Pulau Jawa : Pulau tersubur di dunia..



Kemarin penulis sempat chating dengan teman penulis, dan dia berkomentar tentang blog penulis yang isinya kok katannya tentang Israel - Palestina aja. Dia mungkin hanya melihat yang artikel bulan Januari ini. Padahal di artikel bulan sebelumnya , banyak juga artikel tentang banyak hal, jadi tidak hanya tentang satu topik saja. Untuk itu maka penulis mulai tulisan ini berusaha akan menuliskan tentang banyak hal, terlepas apakah tulisan itu bermutu atau tidak, apakah tulisan itu memenuhi kaidah bahasa jurnaslistik yang baik atau tidak , penulis tidak mempermasalahkannya dan tidak peduli. Penulis hanya berusaha untuk belajar menulis,.. menulis tentang berbagai hal,semoga kelak akan bermanfaat, minimal sebagai tambahan pengetahuan bagi pembaca sekalian.

Pernahkah pembaca sekalian membayangkan bahwa pulau dengan tanah tersubur ternyata ada di Indonesia. Ya..ternyata menurut banyak pakar pulau tersubur di dunia adalah Pulau Jawa. Hal ini masuk akal, karena Pulau Jawa mempunyai konsentrasi gunung berapi yang sangat tinggi.Banyak gunung berapi aktif di Pulau Jawa. Gunung inilah yang menyebabkan tanah Pulau Jawa sangat subur dengan kandungan nutrisi yang di perlukan oleh tanaman.

Di dukung pula dengan curah hujan yang teratur dan cukup, serta sinar matahari yang berlimpah. Sehingga 3 faktor ini yang menyebabkan tingkat kesuburan tanah di Pulau Jawa sangat tinggi.

Hal ini bisa di lihat dengan kasat mata dengan melihat statistik di negara kita tercinta Indonesia ini. Pulau Jawa hanya mempunyai luas 6 % dari luas total wilayah Indonesia, tetapi menghasilkan 55 % dari keseluruhan jumlah produksi padi nasional.Luar biasa...

Hal ini tentu disebabkan karena memang Pulau Jawa sangat cocok untuk di tanami padi, dan mempunyai sarana pendukung, khususnya pengairan yang memadai. Dan jangan lupa, tradisi menanam padi di Pulau Jawa telah berusia sangat lama, dari jaman dahulu kala sejak manusia pertama menghuni pulau ini dan melihat keseburan tanahnya dan iklimnya yang cocok maka mereka memulai menanam padi.

Dalam sejarah, nama kuno dari Pulau Jawa adalah Jawadwipa..Jawa artinya adalah Jewawut atau padi dalam bahasa Jawa Kuno, sedangkan Dwipa adalah Pulau . Jadi Jawadwipa adalah Pulau Padi...Sebuah penamaan yang sangat pas.

Sebenarnya kita bangsa Indonesia tidak perlu khawatir akan kekurangan pangan, khususnya padi , bila mampu mengelola tanahnya dengan baik. Sebagai contoh , saat ini tahun 2009 kita mampu mengekspor beras, berarti produksi beras kita sudah berlebih. Bila hanya dari 6 % luas wilayah, yaitu di Pulau Jawa , mampu menyumbang 55 % produksi padi nasional, dengan cara dan teknik Jawa yang baik, sekarang coba bayangkan jika di Pulau Sumatra juga ada penanaman padi dengan teknis , cara, dan manajemen seperti di Pulau Jawa, tentu produksi padi kita akan sangat berlimpah . Pulau Sumatra mungkin luasnya sekitar 25 % dari luas total Indonesia. Jadi , menurut hitung-hitungan penulis secara kasar, maka Pulau Sumatra dengan cara, dan teknik penanaman padi seperti Pulau Jawa akan menghasilkan 5x lipat produksi Pulau Jawa...55 % x 5 = 275 % produksi nasional sekarang....

Bayangkan...kita telah menghasilkan 3x lipat dari kebutuhan negeri ini akan beras hanya dari memberdayakan secara maksimal Pulau Sumatra. Belum lagi kita berdayakan pulau-pulau yang lain. Kalimantan, Papua, serta Sulawesi.

Memang kondisi geografisnya mungkin berbeda, tetapi mungkin dengan sedikit modifikasi tentu juga akan mampu menghasilkan padi secara baik. Pulau Sumatra dan Sulawesi mempunyai gunung berapi yang hampir sama dengan Pulau Jawa, hanya lebih sedikit, tetapi jumlahnya mencukupi untuk kesuburan tanahnya. Di sana hanya perlu di buatkan sebuah sistem irigasi teknis yang hampir setara dengan irigasi di Pulau Jawa. Tentu hal ini akan sangat membantu para petani di sana.

Untuk Pulau Kalimantan, perlu sebuah penanganan khusus karena di sana tidak subur seperti di Pulau Jawa. Karena di Kalimantan tidak terdapat gunung berapi yang aktif sehingga perlu pupuk yang lebih di banding Pulau Jawa. Juga di Kalimantan memerlukan sistem irigasi yang baik,karena untuk ketersediaan air sebenarnya cukup, karena banyak sungai besar disana. Hanya yang kurang adalah tata kelola dari air tersebut. Tidak ada jaringan irigasi teknis yang luas di Pulau Kalimantan. Hal ini harus di bangun oleh Pemerintah.

Semoga tulisan ini mampu menyadarkan kita semua, bahwa sesungguhnya negeri ini sangat luas dan kaya. Sangat luas dan kaya sehingga membuat iri banyak bangsa lain. Indonesia adalah sebuah " Penggalan Surga ", begitu kata Cak Nun dalam sebuah syairnya....

Sebuah penggalan surga yang belum di kelola secara maksimal dan teratur...

Semoga kesejahteraan meliputi negeri ini kelak.............


.........
...
.....

..
..
..
.

Kamis, 22 Januari 2009

Akhirnya Serangan Israel ke Gaza Berhenti....what next ??

Akhirnya setelah melewati 22 hari penyerangan ke Jalur Gaza oleh Israel, maka akhirnya serangan  itu terhenti. Berhentinya serangan ke Gaza karena adanya genjatan senjata sepihak, bukan kesepakatan gencatan senjata antara 2 pihak yang bertikai , tetapi masing -masing pihak mengentikan serangan dengan tanpa ada kesepakatan tentang penghentian permusuhan antara Hamas dan Israel. Karena tidak akan ada penghentian permusuhan selama Israel masih merampas tanah Palestina dari bangsa Palestina. Itu adalah sebuah keniscayaan...

Israel menghentikan operasi militernya karena untuk menghormati dan untuk menjaga hubungan dengan Amerika Serikat dengan presiden barunya Barack Obama. Penyerangan ke Gaza memang di skenario sedemikian rupa saat Amerika sedang dalam status quo karena menunggu pelantikan  Presiden yang baru. Begitu menjelang pelantikan, maka serangan di hentikan. 

Tetapi serangan ke Gaza ini benar-benar sebuah kekejaman yang nyata. Sebuah wilayah yang kecil padat penduduk di bombardir sedemikian rupa dengan kekuatan penuh sehingga menyisakan kerusakan yang nyata. Menurut yang penulis baca di koran, maka hampir 40 % dari bangunan di Gaza rusak, fasilitas umum yang paling mendasar rusak berat, seperti pengolahan air, pembangkit listrik, dan saluran air limbah juga hancur lebur.

Tetapi Hamas tidak kalah dalam artian politik, biarpun mungkin dalam artian militer Hamas kalah total dan banyak kadernya yang gugur dalam peperangan yang tidak seimbang tersebut . Mengapa tidak kalah?. Karena tujuan untuk Israel menggempur Gaza adalah mencegah peluncuran roket Hamas, tetapi walaupun sudah di gempur sedemikian rupa, serangan roket masih tetap ada sampe akhir peperangan 22 hari tersebut, dan potensi Hamas untuk menyerang masih tetap ada karena mereka masih memiliki persediaan roket, dan walaupun banyak kader meraka yang gugur tetapi akan ada generasi muda selanjutnya yang akan mengambil tingkat estafet kekepimpinan Hamas.

Tetapi jangan di lupakan kasus yang di hadapi Lebanon pasca penyerangan 2006 lalu. Saat itu Israel meyerang Lebanon dan Lebanon hancur lebur infrastrukturnya. Terus apa yang terjadi ?. Akhirnya PBB membuat sebuah resolusi yang mengatur tentang gencatan senjata, dan salah satu klausul gencatan senjata adalah Israel mengentikan penyerangan , dan ditempatkannya pasukan internasional di Lebanon untuk mengawasi gencatan senjata dan mengawasi gerilyawan Hizbullah untuk tidak lagi meluncurkan roket untuk menyerang Israel utara. Jadi Israel meminjam tangan pasukan Internasional untuk mengawasi tingkah laku Hizbullah...

Canggih kan strategi Israel....

Dan salah satu anggota kontingan pasukan PBB yang bertugas mengawasi gencatan senjata di Lebanon dan mengawasi serta memata - matai gerakan Hizbullah ada kontingen pasukan Garuda Indonesia. Bayangkan....

Pasukan dari negara muslim mengawasi dan membatasi gerakan dari sebuah gerakan gerilya Islam...(Hizbullah)...benar-benar seluruh dunia ini telah masuk ke dalam perangkap strategi Israel. Israel tidak perlu turun tangan dengan pasukannya sendiri untuk mengawasi Hizbullah, cukup dengan meminjam tangan pasukan Internasional dari PBB. 

Akhirnya Hizbullah sekarang menjadi kehilangan taringnya di Lebanon. Karena Hizbullah tidak akan mungkin berikir untuk menyerang pasukan Internasioanl tersebut yang mengawasi meraka, karena bila meraka menyerang pasukan Internasional maka artinya Hizbullah berperang dengan banyak negara yang menyumbang pasukan Internasional tersebut.Artinya Hizbullah berperang dengan komuitas Internasional,padahal sebenarnya yang ingin di lawan Hizbullah adalah Israel.

Inilah yang sekarang ingin di skenario oleh Israel di Jalus Gaza. Sebuah pasukan internasional yang akan di terjunkan di Jalur Gaza untuk mengawasi gerakan Hamas supaya tidak lagi menyerang Israel...Bila nanti Indonesia turut menyumbang kontingen pasukan tersebut, berarti pemerintah memang tidak mempunyai keahlian intelijen untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi dan apa makasud dari pasukan internasional tersebut di Gaza.

Semoga kesalahan tidak terulang dan tidak ada kontingen pasukan Garuda di Gaza.

Kita berharap bukan kontingen pasukan Garuda di Gaza yang bertugas mengawasai Hamas, tetapi sebuah kontingen Pasukan Islam Internasional yang bersama-sama dengan warga Palestina untuk berperang dengan Israel...dan membebaskan tanah Palestina dari penjajahan dan perampasan Israel...

Semoga kelak harapan ini terkabul.....

.............

.......

...

..

..


Rabu, 14 Januari 2009

Senjata yang di rekomendasikan untuk Hamas









Gambar-gambar di atas adalah senjata-senjata anti-pesawat dan anti-tank yang di rekomendasikan untuk dimiliki oleh Hamas untuk menandingi pesawat tempur dan tank tempur Israel.Senjata tersebut adalah senjata jinjing sehingga mudah di pindahkan dan mempunyai akurasi yang bagus untuk menembak target. Hizbullah telah membuktikannya dalam perang dengan Israel tahun 2006 lalu. Banyak tank Israel yang hancur di lumat oleh rudal jinjing tersebut.Kebanyakan rudal jinjing Hizbullah adalah buatan China dan Korea Utara menurut sumber intelijen.
Nama dari rudal jinjing yang terpampang diatas adalah Javelin, Mistral, Stinger dan Gremlin. Sayang penulis tidak menemukan gambar senjata buatan China / Korea Utara yang dulu di pakai oleh Hizbullah.Senjata yang tersebut di atas adalah produk dari negara NATO, ada yang buatan Inggris, Perancis dan Amerika. Hanya ada 1 buah yang buatan Rusia, yaitu Gremlin.
Mungkin akan sulit bagi pejuang Hamas mencari senjata tersebut di pasar gelap senjata internasional, khususnya untuk produk dari NATO. Karena NATO punya standar pengamnanyang tinggi. Tetapi untuk produk dari Rusia biasanya tersedia di pasar gelap, melalui barang selundupan.
Hamas juga dapat mencari persenjataan buatan dari negara-negara lain, bisa jadi Iran, untuk tipe senjata yang sama.Tetapi mungkin dengan kemampuan tembak yang agak berbeda karena perbedaan teknologi. Tetapi tidak jadi masalah .Asal masih mampu menembak dengan akurat tank dan pesawat tempur israel.
Oleh sebab itu, perbatasan Mesir harus di buka sedemikian rupa untuk memasukkan senjata -senjata tersebut ke Jalur Gaza. Masuknya senjata jinjing tersebut akan mampu membuat Israel berpikir seribu kali untuk menggelar pesawat dan tank nya karena tentu akan berhitung dengan resiko yang akan di hadapi.
Ayo terus berjuang wahai Hamas...jangan menyerah....
......
..
...

Seandainya Hamas memiliki Rudal Anti Pesawat & Anti Tank






Memilukan dan menyedihkan. Melihat setiap hari warga Jalur Gaza Palestina di bombardir oleh Israel. Jalur Gaza dan Hamas memang mampu melawan, tetapi hanya dengan roket dan persenjataan yang sangat sederhana dibandingan dengan persenjataan Israel.Sehingga peperangan menjadi tidak seimbang.

Yang menjadi sebuah pertanyaan adalah, dimana reaksi pembelaan dari negar-negara di seputar Jalur Gaza Palestina. Tidak ada reaksi dukungan dari pemerintahan Mesir, yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza. Mesir bahkan menutup perbatasannya dengan Jalur Gaza. Mengapa di tutup ? Karena penutupan ini adalah permintaan dari Israel, supaya tidak ada bantuan yang masuk ke Jalur gaza. Bantuan sangat di batasi, sehingga hanya bantuan kemanusiaan saja diijinkan masuk ke Jalur Gaza.

Israel takut, bila perbatasan Jalur Gaza dengan Mesir di buka lebar, maka akan masuk bantuan, minimal persenjataan dari luar untuk mensuplai pejuang Hamas. Padahal Isreel sendiri mendapat suplai senjata dari Amerika Serikat. Benar-benar sebuah keadaan yang membuat miris.

Pemerintah Mesir sedemikian takutnya dengan Israel, sehingga segala permintaan Israel dipenuhi, termasuk penutupan rapat perbatasannya dengan Jalur Gaza di kabulkan. Mesir tidak berani membantah apapun kata dari Israel. Benar -benar menyedihkan sikap dari pemerintah Mesir ini.

Kalau kita berandai-andai. Seandainya perbatasan ini terbuka dan di dukung sepenuhnya oleh Mesir, tentu akan memungkinkan bantuan persenjataan masuk ke Jalur Gaza. Dengan persenjataan ini, yang sederhana saja, misalnya roket anti tank seperti yang digunakan Hizbullah dahulu, dan mungkin juga rudal panggul anti pesawat semacam STRINGER, yang dulu di pakai Mujahiden Afghanistan untuk merontokkan pesawat Rusia, tentu kondisi peperangan akan berbeda.

Israel tentu tidak akan sedemikian jumawa dan sombong untuk melakukan pengeboman dengan pesawatnya karena Palestina punya rudal anti pesawat. Tank Israel juga akan menjadi sasaran empuk bagi pejuang Hamas dengan rudal anti tank nya.

Tetapi keadaan ini tidak tercapai. Persenjataan Hamas benar-benar tidak memadai untuk melawan supremasi senjata Israel. Perimbangan yang timpang. Sehingga pesawat Israel mampu bebas mengacak-acak langit Jalur Gaza. Tank Israel lenggang-kangkung masuk ke Jalur Gaza.

Bisa kita lihat dalam tayangan televisi. Tank israel sedemikian sombong dan congkak bergerak masuk. Awaknya dengan santai mengendarainya sambil makan permen karet seolah ini sebuah permainan, karena mereka merasa aman di atas tank tersebut. Mereka tidak khawatir dengan tembakan senjata anti tank , karena Hamas memang tidak memilikinya.

Paragraf akhir dari tulisan ini adalah , himbauan kepada seluruh bangsa Arab yang ada di sekitar Palestina. Ayo bangkit.., jangan takut ...Bukalah perbatasanmu... Untuk mesir, bukalah perbatasanmu. Suplay-lah pejuang Hamas Palestina dengan senjata yang mampu mengimbangi persenjataan Israel. Palestina butuh senjata, dan juga obat, makanan dan kebutuhan lain. Jangan lupakan bantuan berupa persenjataan ........

.......

.....

....


..

.